The Choromaster

What I get is what I share and what I remember is what I post…..

Setelah ini, Apa lagi?

Posted by choromaster on 12 Oktober 2009

it

Suatu judul yang aneh untuk suatu tulisan, karena saya sendiri  juga bingung mau menuliskan judul apa. Pertanyaan di atas sebenarnya ingin saya kaitkan dengan berakhirnya suatu era yaitu era Industri  yang pada jaman sekarang ini segera atau sudah mulai digantikan dengan era informasi.

Suatu era dimana orang mulai lebih memilih mengadakan rapat jarak jauh menggunakan teleconference dan handphone di rumah masing-masing daripada berangkat ke tempat kerja menggunakan alat  transportasi  boros waktu, biaya dan tenaga, dengan kata lain webcam dan internet mulai menggantikan Mobil, motor, bus, kereta api bahkan pesawat terbang; surat menyurat, kartu ucapan, kartu kartu pos telah  digantikan oleh electronic mail; Koran, majalah, tabloid digantikan oleh situs-situs berita; Super market dan pasar tradisional dengan online store; uang kertas berubah menjadi electronic currency;  transaksi keuangan dan perbankan melalui kasir digantikan dengan e-banking;  produk-produk multimedia di era industri seperti Radio, Televisi, Pemutar film dan musik, Pesawat telephone dll dapat digantikan hanya dengan satu peralatan saja yaitu komputer.

Era dimana orang terbiasa dengan mengirimkan “isi” tanpa “wadah” karena si penerima telah memiliki “wadahnya”nya masing-masing; dan akhirnya suatu era meningkatnya angka pengangguran karena banyak pekerjaan  manusia yang telah diambil alih oleh mesin.

Semenjak Komputer ditemukan manusia dan mengalami evolusi serta inovasi tanpa henti yang luar biasa sampai dengan sekarang ini, saya kadang-kadang bertanya dalam hati sampai kapan ini akan terus berlangsung? Bukankah segala sesuatu ciptaan manusia akan menunggu keruntuhannya  ketika ia tumbuh menjadi sangat besar dan akhirnya menjadi terlalu besar bagi manusia untuk dapat dikendalikan.

Perkembangan teknologi informasi di satu sisi yang bermanfaat besar bagi manusia terutama dalam mempermudah aktivitas hidup serta mempercepat  proses penyebaran dan perkembangan ilmu pengetahuan, ironisnya di sisi yang lain justru berpotensi mengantarkan kita ke dalam jurang kehancuran ekonomi (dan peradaban kalau boleh saya tulis).

Kita tentu masih ingat pada era sebelum tahun 90an dimana internet dan teknologi nirkabel belum mewabah seperti sekarang, suatu produk baik barang maupun jasa akan lebih lama bertahan. Bandingkan dengan era sekarang . Karena kecepatan penyebarannya, suatu hal yang baru tidak akan membutuhkan umur terlalu lama untuk segera menjadi usang dan ditinggalkan orang. Lagu-lagu yang sekarang menjadi hits dimana-mana mungkin hanya akan berumur beberapa bulan saja dan selanjutnya segera digantikan oleh karya cipta yang lain.

Hal lain yang bisa kita jadikan contoh yaitu produk mobil, sepeda motor, hp, tv, komputer (hardware) dan barang-barang rumah tangga yang lain yang ada di sekitar kita yang sebenarnya dalam hal kualitas telah atau hampir mencapai puncak dari apa yang disebut sebagai “telah cukup memadahi dalam mendukung aktivitas hidup manusia”, sehingga sering kali inovasi dari suatu produk hanya mengganti “kulitnya” saja, sementara isinya tidak banyak yang berubah.

Inovasi apa lagi yang akan dikeluarkan oleh produsen untuk menarik minat beli para konsumen dan meningkatkan daya saing terhadap rival bisnisnya? Mungkinkah semua inovasi itu akan segera mencapai titik kulminasinya sehingga proses produksi kembali akan menunggu barang-barang konsumen rusak dan mereka merasa perlu untuk membeli barang  yang baru.

Contoh di atas adalah produk berupa barang fisik yang bisa rusak karena kelelahan material termakan usia. Bagaimana dengan produk digital yang dianggap “tidak bisa rusak” meskipun digunakan sampai kapanpun? Inovasi apa lagi yang akan dikeluarkan oleh produsen software seperti Sistem Operasi, Aplikasi grafis, Office, Security dan software yang lain ketika banyak diantara kita yang sudah merasa cukup dengan aplikasi yang kita gunakan? Sampai sejauh mana Adobe, Corel, Microsoft dan produsen software lain  akan mengeluarkan versi terbaru yang lebih dahsyat dan canggih dari produk mereka seandainya apa yang ada sekarang telah cukup untuk membantu menjalankan bisnis dan kebutuhan semua orang, sementara para karyawan produsen software tersebut tentu masih perlu mendapatkan gaji untuk memenuhi kebutuhannya?.

Bukankah sebenarnya kita tidak perlu menggunakan produk office yang canggih kalau hanya akan digunakan untuk membuat skripsi atau laporan-laporan. Kita tidak perlu menggunakan corelDraw  atau Illustrator versi terbaru kalau hanya akan mendesain undangan pernikahan atau kartu nama? karena versi-versi yang lamapun masih cukup mumpuni untuk digunakan. Hal ini akan membuat produsen software benar-benar berfikir keras untuk berinovasi  agar produk barunya masih ada yang mau beli karena produk lamanya “anti rusak”.

Apa yang terjadi seandainya para programmer-programmer cerdas dan jenius  yang menguasai segala kode dunia digital itu banyak yang kehilangan pekerjaan karena konsumen tidak lagi membeli produk mereka, sementara kehidupan manusia sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan yang namanya komputer dan internet yang merupakan representasi dari kode-kode pemrograman?  Bukankan mereka akan berulah di dunia maya ini?

Yang jelas, segala inovasi produk-produk  itu kemungkinan besar akan ada masa akhirnya meskipun tidak bisa dipastikan kapan. Hal ini akan memicu terjadinya krisis multi dimensi global yang akan mengantarkan kita kembali kepada “era kesederhanaan”.

Wallahu A’lam

53 words

Speedtest

Posted in Tak Berkategori | No Comments »