-

- />
Jan
20
Buat Presentasi dengan Flash — Part II
Januari 20, 2011 | Tagged flash, presentasi | Leave a Comment
Pada tutorial kali ini kita akan membuat file utama dari presentasi kita. file ini berisi halaman-halaman utama yang akan ditampilkan pada saat kita paparan.
Langkah-langkahnya :
1. Download template *.fla yang sudah disiapkan di sini.
2. Silahkan edit berbagai konten yang ada di template tersebut.


3.Setelah selesai bisa langsung dipublish ke dalam bentuk file *.swf dan disimpan dalam satu folder dengan file intro.swf yang telah dibuat sebelumnya.
4. Selesai, kita lanjutkan ke postingan berikutnya…..
Jan
18
Buat Presentasi dengan Flash — Part I
Januari 18, 2011 | Tagged flash, presentasi | 1 Comment
Temen saya bilang : “ Hari gini pake powerpoint?”
Temen saya yang lain juga bilang: “Emang kenapa kalo pake power point, yang penting khan isinya boss….”
Itu adalah sepenggal kalimat dari perdebatan dua temen saya tentang aplikasi untuk membuat presentasi …. yang menurut saya sebenarnya tidak perlu diperdebatkan karena memang sebagian besar dari kita tentu sudah tidak asing dengan aplikasi MS Powerpoint atau Open office Impress… bahkan kalo pengin simple lagi buat aja presentasi menggunakan Google Documents jadi gak perlu menginstall software aplikasi office apapun.
Langsung aja lah… bagi yang pengin bikin presentasi agak sedikit ribet namun beda, mungkin tutorial ini sedikit berguna buat anda…
Pertama kali komputer Anda harus terinstall Aplikasi Flash (Adobe/Macromedia Flash)… Adobe ajalah soalnya saya denger Macromedia sudah dibeli sama mang Adobe… kalo belum silahkan download versi Portable nya dari sini…
Konsep pembuatan presentasi di sini kurang lebih sama dengan Pembuatan CD interaktif sebagaimana sudah diposting sebelumnya yaitu adanya intro yang akan kita mainkan sebelum masuk ke halaman utama sebelum kita mulai paparan. Mari kita buat intronya dulu… Silahkan download template file *.fla nya di sini
Untuk mengedit template yang sudah terunduh diharapkan para netter sudah sedikit memahami tentang penggunaan software Flash, bila belum kenal sama sekali silahkan cari tutorialnya di internet… begitu banyak jumlahnya. Berikut langkah-langkah singkatnya :
1. Buka program Flash.
2. Buka file Intro.fla
3. Silahkan edit/sunting isinya.

4. Selesai, mudah khan.
Setelah selesai membuat intro, selanjutnya mari kita buat halaman utama dari Presentasi kita, pada postingan berikutnya….
Berikut ini video tutorial singkatnya :
Sep
23
Ubuntu Ala Choro: “Perangkat Lunak Office di Linux”
September 23, 2010 | Tagged angka, Open Office, Pengolah Kata, perkantoran, presentasi | 2 Comments
Sesaat setelah kita membeli seperangkat komputer pribadi, hal yang lazim diinstall setelah sistem operasi adalah perangkat lunak Office/Perkantoran untuk keperluan Presentasi /Pengolah Angka/Kata/basis data dll. Hampir bisa dikatakan bahwa sembilan puluh persen pengguna komputer pribadi, kalo gak mau di bilang seratus persen, pasti terinstall aplikasi Office di dalamnya.
Semua tentu sudah tidak asing lagi dengan Microsoft office. Di Ubuntu dan Distro linux lainnya kita juga mengenal perangkat lunak office yang tidak kalah popular yaitu Open Office. Walaupun bisa juga sih kalo mau menginstall MS Office di linux (contohnya pake wine). Sebenarnya ada juga perangkat lunak office yang lain misalnya Abiword, Kword, Gnumerik, Calc dll.
Harus diakui (menurut pandangan penulis) bahwa bila dibandingkan dari banyak sisi, Open office masih tertinggal selangkah di belakang dibandingkan dengan Microsoft Office. Dalam versi keluaran tahun yang sama Produk Microsoft Office telah berinovasi demikian canggih dibandingkan dengan Open office. Namun bila dibandingkan dari segi biaya dan fitur, sebenarnya open office merupakan aplikasi pengolah kata/angka dan presentasi yang sudah cukup memadai untuk digunakan dalam keperluan sehari-hari sehingga tidak ada alasan untuk tidak menggunakan aplikasi ini dalam kurikulum pelajaran teknologi informasi di sekolah-sekolah terutama tingkat dasar (yang ngajar juga harus menguasai tentu).
Di Ubuntu, aplikasi pengolah kata open office sudah satu paket dengan cd installernya sehingga kita tidak perlu repot harus menggunakan terminal atau manager paket untuk memasang Office di Ubuntu kita, kecuali kita perlu untuk mengupdate fitur-fitur dan versi terbaru yang disediakan oleh si mpunya software.
Setelah mengenal Open Office diharapkan sedikit demi sedikit kita tidak lagi tergantung dengan software bajakan walaupun dalam segi tampilan dan kelengkapan fitur sangat menggoda.Untuk belajar tutorial Open Office silahkan download modulnya di sini.
Sep
22
Pirated Software Is Never Die
September 22, 2010 | Tagged bajakan, legal, PC, Software | 2 Comments

Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk mendukung legalitas penggunaan Perangkat lunak bajakan karena apapun alasannya, hal tersebut jelas sangat tidak menghargai kerja keras para programer dan developer software sudah tentu mereka juga perlu makan dan membiayai kehidupan mereka.
Namun realitasnya sekarang, mengapa software bajakan “ is Never Die”
Supaya lebih obyektif mari kita hitung berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan software berbayar komputer PC (bukan corporate) :
Hardware = Rp 5.000.000,-
Sistem Operasi = Rp 1.500.000,-
Microsoft Office = Rp 2.500.000,-
Antivirus = Rp. 300.000,-
Adobe Photoshop = Rp. 7.000.000,-
Adobe Flash = Rp. 6.000.000,-
Adobe Acrobat = Rp. 6.000.000,-
CorelDRAW/Adobe Illustrator = Rp. 5.000.000,-
Winrar/zip = Rp. 300.000,-
Video editing (UVS/Pinnacle) = Rp. 1.000.000,-
CD/DVD tool = Rp 1.000.000,-
Lain-lain (utilities, tweaking) = Rp 2.000.000,-
Total = 37.600.000 (terbilang tigapuluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah)
Harga software kami cantumkan di atas merupakan software yang populer digunakan dengan harga kisaran yang dibulatkan supaya mudah ngitungnya. (sumber:http://viraindo.com/software.html)
Dengan bahasa sederhana bisa dikatakan apabila ingin melek IT secara legal anda perlu mengeluarkan uang puluhan juta rupiah, per orang, pertahun/atau per beberapa tahun( karena hampir tiap tahun software-software komputer tentu mengeluarkan versi terbarunya)
Dengan pendapatan rata-rata masyarakat kita sekarang kita tentu bertanya siapa yang mampu membeli software semahal itu?. Saya yakin si gayus dengan penghasilan 12.000.000 per bulan (di luar sampingannya tentu saja) akan berpikir dua kali untuk beli seperangkat PC sak perangkat lunaknya. Apalagi kalangan masyarakat biasa seperti saya serta mereka yang bernasib lebih buruk di luar sana.
Produk bajakan tidak semuanya berakibat buruk, sang penyanyi goyang ngebor tidak akan menjadi kaya seperti sekarang tanpa adanya campur tangan para pembajak waktu masih jadi penyanyi panggung. Demikian juga microsoft dengan windowsnya tidak akan sedemikian populer di Indonesia bila tidak ada produk bajakannya.
Bersyukurlan ternyata di dunia ini masih banyak mereka yang peduli, mereka yang dengan dengan penuh semangat untuk memberi telah mengerahkan segenap kemampuannya dengan tanpa pamrih menghasilkan produk open source yang tentu saja akan selalu gratis. Kalau freeware kita tidak tahu sampai kapan gratisnya. Tetapi produk open source ibarat pemberian makan dengan menu restoran lengkap dengan resep masakannya.
Produk komersil tetap perlu, karena keberadaannya membuat roda perekonomian dunia akan terus berputar. Bagi yang memang mampu dan kaya, belilah produk komersil karena uang anda telah membantu para programer masih memiliki pekerjaan. Bagi yang tidak mampu gunakan produk opensource.
Pesan buat produsen produk software komersil:
Kalau memang produk anda ingin dibeli, pelarangan produk bajakan bukanlah suatu solusi karena kendalanya bukan karena kami tidak mau, tetapi isi kantong kami tidak bisa menjangkaunya…
Karena itu berikan kontribusi dari sebagian kecil keuntungan anda (internet murah misalnya……) yang akan membuat kami berpengetahuan dan berpenghasilan lebih sehingga mampu membeli produk anda…. kami yakin sekecil apapun kontribusi anda untuk memajukan kami, hal tersebut akan sangat berguna bagi kami dan terjualnya produk anda.
Kalo masih ada orang yang berpenghasilan puluhan juta bahkan ratusan/milyaran masih menggunakan produk software bajakan, mungkin memang ia sudah dicap dari sananya untuk menjadi bahasa jawanya “balungan kere”.
So… Hentikan pembajakan sekarang juga, kalau anda tidak keberatan….
Sep
16
Ubuntu Ala Choro : “Install Multimedia Player beserta codecnya”
September 16, 2010 | Tagged codec, format, mp3, mp4, multimedia, ubuntu, vlc | 2 Comments
Komputer PC tanpa multimedia tentu saat ini hampir sulit ditemukan kecuali kalau memang hanya digunakan untuk mesin kasir di toko, itupun kareana dibatasi oleh si bossnya. Untuk urusan multimedia player, Linux ubuntu atau distro yang lain bukanlah suatu masalah. Begitu banyak software multimedia player yang tersedia contohnya:
-
Totem Movie Player
-
VLC Media Player
-
Mplayer
-
Xine Media Player
-
Banshee Media Player
-
Songbird Media Player
-
Audacious
-
Rhythmbox
-
QuodLibet
-
Beep Media Player
-
Amarok
-
SMPlayer
-
Dan segudang pemutar multimedia lainnya
Pengguna diberikan kebebasan penuh untuk memilih aplikasi player mana yang paling disukai. VLC media player adalah software yang menurut saya paling populer saat ini. Untuk memasangnya cara paling mudah ya… pake synaptic package manager ketikkan vlc kemudian di mark lalu apply. Ato di Ubuntu Software Center (Applications – Ubuntu Software Center – Get Software – Sound & Video - vlc) ato bisa juga melalui terminal (kali aja belom tahu klik applications – accessories – terminal) ketik :
sudo apt get-install vlc
Mau dengerin musik dengan berbagai macam format (mp3, ogg, dll) atau mau nonton film kesukaan dengan format avi, VCD, SVCD, DVD, Bluray, divx, mp4, flv, dan bejibun format film lainnya, hampir seratus persen tersupport oleh player-player di ubuntu. Player bawaan default ubuntu pada saat pertama kali terinstall memang belum mendukung codec untuk semua file multimedia, karena itu selesai menginstall ubuntu sebaiknya kita langsung melengkapi codec tsb agar dapat memutar file multimedia dalam berbagai macam format. Caranya install codecnya:
Jalankan aja berbagai format file multimedia (mp3, mp4, DVD, dll) yang mau dimainkan (klik dua kali ato klik kanan open with VLC media player) nanti kalo dia gak mengenal format tersebut, dia akan ngasih tahu dan nyari, ngunduh serta nginstall sendiri dengan persyaratan komputer kita harus terhubung ke internet.
Gampang khan…….
Kategori
- Inspirasi (1)
- linux (6)
- Pernik (2)
- Tips n Trik (8)
- Uneg-uneg (4)
-
Tulisan Terakhir
- Buat Presentasi dengan Flash — Part II
- Buat Presentasi dengan Flash — Part I
- Ubuntu Ala Choro: “Perangkat Lunak Office di Linux”
- Pirated Software Is Never Die
- Ubuntu Ala Choro : “Install Multimedia Player beserta codecnya”
- Apakah Kritikan Anda Tepat Sasaran?
- Ubuntu Ala Choro: “Setting Modem untuk Koneksi Internet”
- Ubuntu Ala Choro: “Synaptic Package Manager”
- Memulai Linux
- Linux? I Love iT
- Bikin Kartu Nama, cetak sendiri aja…..
- Ibu kota Negara dipindah, mungkin gak ya?
- Menulis dan Menulislah
- Membuat CD Kenangan Interaktif Sendiri Layaknya Buatan Profesional (Dengan flash) bag:3
- Membuat CD Kenangan Interaktif Sendiri Layaknya Buatan Profesional (Dengan flash) bag:2
-
Translate This Page:
-
Komentar Terakhir
- fanny khadijah pada Membuat CD Kenangan Interaktif Sendiri Layaknya Buatan Profesional (Dengan flash) bag:2
- choromaster.blogdetik.com pada Linux? I Love iT
- choromaster.blogdetik.com pada Ibu kota Negara dipindah, mungkin gak ya?
- choromaster.blogdetik.com pada Memulai Linux
- choromaster.blogdetik.com pada Ubuntu Ala Choro: “Perangkat Lunak Office di Linux”
- choromaster.blogdetik.com pada Pirated Software Is Never Die
- choromaster.blogdetik.com pada Apakah Kritikan Anda Tepat Sasaran?
- choromaster.blogdetik.com pada Bikin Kartu Nama, cetak sendiri aja…..
- choromaster.blogdetik.com pada Ubuntu Ala Choro : “Install Multimedia Player beserta codecnya”
- choromaster.blogdetik.com pada Linux? I Love iT
-

